Apakah Agile dan Scrum secara inheren Lean?

Apakah Scrum secara inheren Lean?

Pengembangan perangkat lunak Lean adalah hasil dari terjemahan manufaktur Lean ke dalam ruang pengembangan perangkat lunak dan sistem. Apakah hal ini termasuk di bawah payung Agile menjadi perdebatan panas di komunitas, namun pada akhirnya tidak terlalu penting. Hal ini karena tujuh prinsip Lean secara inheren tercermin dalam metode Agile, meskipun mungkin dengan cara yang berbeda dan menggunakan kosakata atau konvensi penamaan yang berbeda.

Hapus Pemborosan

Prinsip pertama Lean adalah menghilangkan pemborosan. Dari persyaratan yang tidak jelas, dokumentasi yang tidak digunakan, serah terima, waktu tunggu, dan sebagainya, praktisi Lean berusaha mengurangi atau menghilangkan sepenuhnya pemborosan ini dari proses. Kerangka kerja Scrum mencerminkan semangat Lean ini dengan menyediakan retrospektif sehingga tim dapat menemukan dan memperbaiki segala sesuatu yang tidak berjalan dengan baik. Anda sering mendengar tim membahas topik seperti dokumentasi yang boros, proses yang terlalu berat dan/atau manual, terlalu banyak cacat, dan masalah serupa lainnya dalam retrospektif.

Fokus pada Kolaborasi

Baik Scrum maupun Lean berfokus pada kerja sama antar karyawan. Ini menentukan keberhasilan metode. Dalam kedua metode ini, orang-orang yang melakukan tugas lebih penting daripada alat yang mereka gunakan.

Dorong Nilai

Ketika membahas Scrum dan Lean, tidak ada yang lebih penting daripada hasil akhir. Hasil ini harus menciptakan nilai bagi pelanggan dan merupakan satu-satunya tujuan dari proses pengembangan. Scrum memungkinkan pelanggan untuk terus menyesuaikan kebutuhan mereka, sementara Lean melibatkan pembuatan produk sedemikian rupa sehingga tidak ada pemborosan. Pelanggan harus mendapatkan tepat apa yang diharapkannya.

Putuskan sesaat sebelumnya

Dalam setiap proyek, orang-orang paling tahu tentang proyek tersebut pada akhir proyek. Tim Scrum lebih memilih membuat keputusan yang berdasarkan informasi yang baik; oleh karena itu, mereka tidak membuat keputusan tentang setiap persyaratan di awal. Ini merupakan bentuk dari nilai keempat Lean: putuskan sesaat sebelumnya.

Tekankan Peningkatan Berkelanjutan

Scrum dan Lean juga mengikuti prinsip peningkatan berkelanjutan, yang juga dikenal sebagai Kaizen dalam Lean. Kedua metode ini berfokus pada pembelajaran dan penyesuaian yang terus-menerus. Ini merupakan aspek penting, karena menciptakan nilai bagi pelanggan adalah prioritas utama.

Berusaha untuk Pengiriman Cepat

Lean mengatakan untuk mengirimkan dengan cepat; dalam Scrum kita mengirimkan paling lama setiap 30 hari, sementara banyak tim mengirimkan bahkan lebih cepat dari itu. Lean mengatakan memberdayakan tim, dan Scrum juga demikian. Lean mengatakan integritas harus dibangun ke dalam sistem; Scrum menjawab hal ini dengan mengharuskan tim mendefinisikan ‘selesai’ bersama pelanggan.

Hilangkan Hambatan

Akhirnya, Lean membimbing kita untuk melihat secara keseluruhan—bagaimana seluruh aliran nilai, atau rantai kejadian yang mengarah pada nilai pelanggan, beroperasi. Setiap hambatan harus segera dihilangkan, dan tim harus dipenuhi sehingga mereka dapat menyelesaikan peningkatan produk yang selesai. Scrum mencerminkan hal ini dengan membimbing kita untuk membentuk tim yang khusus dan lintas fungsi yang melakukan retrospektif. Retrospektif semacam ini membantu kita mengungkap hambatan (atau hambatan yang disebut dalam Scrum) sehingga dapat dihilangkan.

Artikel Agile & Scrum Lainnya

 

 

 

 

 

Leave a Reply