Apa itu Scrum Master? Peran dan Tanggung Jawab

Scrum Master adalah fasilitator dari tim pengembangan agile tim. Scrumadalah metode yang memungkinkan tim untuk mengatur diri sendiri dan melakukan perubahan cepat sesuai dengan prinsip-prinsip agile. Scrum Master mengelola proses pertukaran informasi.

Peran dan Tanggung Jawab

Peran Scrum Master dibuat sebagai bagian dari kerangka kerja Scrum. Peran ini biasanya tidak memiliki otoritas nyata (juga dikenal sebagai kepemimpinan pelayan). Nama ini awalnya dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa orang tersebut adalah ahli dalam Scrum dan oleh karena itu dapat membimbing orang lain. Scrum Master juga bertanggung jawab untuk meningkatkan interaksi antara tim Tim Scrum dan organisasi untuk memaksimalkan efisiensi tim. Akhirnya, Scrum Master bertanggung jawab untuk menjadwalkan dan memfasilitasi pertemuan tim — Daily Scrum, pertemuan perencanaan, Sprint Retrospective, dan sebagainya.

What is a Scrum Master

Tanggung jawab Scrum Master meliputi:

  • Menghilangkan hambatan
  • Menciptakan lingkungan di mana tim dapat efektif
  • Menangani masalah dinamika tim
  • Memastikan hubungan yang baik antara tim, Product Owner, dan pihak lain di luar tim
  • Melindungi tim dari gangguan dan gangguan eksternal

Tantangan yang Dihadapi oleh Scrum Master

Tanggung jawab Scrum Master adalah memastikan tim mengikuti proses Scrum dan bahwa orang-orang di luar tim memberikan ruang yang dibutuhkan tim untuk mengikuti proses tersebut. Meskipun peran ini mungkin paling mudah dijelaskan, seringkali merupakan salah satu yang paling sulit dalam praktiknya. Berikut ini adalah tiga tantangan terbesar yang sering dihadapi tim:

  1. Resistensi terhadap Perubahan — Mungkin rintangan yang paling mengecewakan adalah resistensi. Bentuknya bisa beragam — aktif atau pasif, terbuka atau tersembunyi — seperti yang disebutkan oleh Mike Cohn, penulis buku “Agile Estimating and Planning” dan “Succeeding with Agile.”
  2. Kesalahpahaman terhadap Proses — Para ahli mengatakan bahwa karena Scrum mengubah cara orang bekerja secara mendasar, terdapat banyak ruang untuk kebingungan dalam penerapan sehari-hari. Orang-orang umumnya mengira mereka memahami Scrum, tetapi mencampur istilah dan metode lama dengan proses dan istilah Scrum.
  3. Ketidakmampuan Beradaptasi terhadap Peran yang Berubah — Transisi ke Scrum memengaruhi seluruh tim, departemen, bahkan seluruh perusahaan (lintas fungsi dan otonom), yang bisa terasa menakutkan. Misalnya, manajer mungkin takut kehilangan otoritas atau kendali, sementara anggota tim mungkin kesulitan beradaptasi dengan proses yang didorong oleh kelompok.

Master Scrum vs Manajer Proyek

Dalam Waterfall, Manajer Proyek memainkan peran kepemimpinan dalam memandu tim, membuat, dan mengelola rencana. Tapi apa yang terjadi pada semua aktivitas manajemen proyek tersebut ketika tim menjadi Agile?

  • Manajer Proyek membantu mengelola jadwal proyek, sumber daya, dan cakupan untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Sebaliknya, Master Scrum membantu memastikan Tim Scrum berhasil.
  • Pemilik Produk bekerja sama dengan pelanggan dan tim untuk menentukan arah.
  • Master Scrum bertindak sebagai pelatih dan fasilitator, memandu Tim Pengembangan untuk mengikuti praktik Agile dan menyelesaikan pekerjaan yang diprioritaskan oleh Pemilik Produk.
  • Master Scrum bekerja sama dengan Pemilik Produk dan Tim Pengembangan untuk memastikan anggota tim dapat terus mengembangkan tanpa hambatan dan bahwa praktik Scrum diterapkan dengan benar.

Scrum Master vs Project Manager

Leave a Reply