Apa itu Grafik Burndown dalam Scrum?

Grafik burndown adalah representasi grafis dari pekerjaan yang tersisa terhadap waktu. Ini umum digunakan dalam Agilepengembangan perangkat lunakmetodologi sepertiScrum. Namun, grafik burndown dapat diterapkan pada proyek apa pun yang melibatkan kemajuan yang dapat diukur seiring waktu.

Biasanya, dalam grafik burndown, jumlah pekerjaan ditampilkan pada sumbu vertikal, dan waktu pada sumbu horizontal. Ini dapat digunakan untuk memprediksi kapan semua pekerjaan akan selesai. DalamDaily Scrum, timpengembanganmemperbaruiSprint Burn Downdan menggambarkan pekerjaan yang tersisa untuk hari itu. Karena alasan berikut ini, grafik burndown hampir merupakan alat ‘wajib’ bagi setiaptim Scrum:

  • Memantau penyebaran cakupan proyek
  • Menjaga tim tetap pada jalur yang benar
  • Membandingkan pekerjaan yang direncanakan terhadap kemajuan tim
Burndown Chart and Emotion

Grafik Burndown dan Emosi

Cara Membuat Grafik Burndown

Untuk membuat grafik ini, tentukan jumlah total pekerjaan yang harus dilakukan dan perkirakanSprint Backlogtugas setiap hari dariSprint. Pekerjaan yang tersisa dalamSprintadalah jumlah dari usaha yang tersisa dalam seluruhSprint Backlog. Lacak total ini setiap hari dan gunakan untuk membuat grafik yang menunjukkan pekerjaan yang tersisa seiring waktu.

Contoh Grafik Burndown

  • Durasi: 5 hari
  • Sprint Backlog: 8 tugas
  • Kecepatan: 80 jam

Langkah 1 – Buat Usaha yang Diperkirakan

Anggap Anda menggunakan dasar ideal dari jam yang tersedia dalam sprint. Pendekatan paling sederhana adalah membagi total jam yang tersedia dengan jumlah hari. Dalam contoh ini, 80 jam dalam 5 hari setara dengan 16 jam per hari. Untuk membuat grafik burndown, catat data sebagai total harian yang berjalan, dimulai dari 80 jam, dan kurangi 16 jam pada akhir setiap hari (misalnya, 80 – 16 = 64 jam tersisa setelah Hari 1, 48 jam setelah Hari 2, dll.).

Burndown - Estimated Effort

Burndown – Usaha yang Diperkirakan

Langkah 2 – Lacak Kemajuan Harian

Kemudian catat kemajuan harian dalam tabel untuk setiap tugas. Penting untuk diingat bahwa nilai yang dicatat setiap hari adalah usaha yang telah selesai diperkirakan, bukan usaha yang sebenarnya.

Burndown - Daily Progress

Burndown – Kemajuan Harian

Langkah 3 – Hitung Usaha yang Sebenarnya

Pada akhir setiap hari, catat total usaha yang tersisa. Ini adalah jumlah (total) dari semua usaha yang diperkirakan masih tersisa pada akhir hari.

Burndown - Actual Effort

Burndown – Usaha yang Sebenarnya

Langkah 4 – Dapatkan Dataset Akhir

Setelah data tersedia, Anda dapat membuat grafik burndown. Menggunakan opsi grafik garis di Excel relatif mudah.

Burndown - Final Dataset

Burndown – Dataset Akhir

Sorot tabel ringkasan yang menunjukkan total harian dari usaha dasar dan usaha yang diperkirakan. Anda juga harus mencatat label periode waktu (Hari 0, Hari 1, dll.).

Langkah 5 – Plot Burndown Menggunakan Dataset

Selama Anda mengetahui data yang harus dilacak, Anda dapat dengan mudah membuat grafik burndown seperti di bawah ini.

Burndown Chart Example

Contoh Grafik Burndown

Leave a Reply